Kamis, 10 Februari 2011

10 Pemicu Sakit Kepala yang Tak Terduga


Sakit kepala merupakan salah satu gejala yang paling sering dialami oleh masyarakat, beberapa hal diketahui bisa menjadi penyebabnya. Ini dia 10 pemicu sakit kepala yang kadang tidak terduga.

Sakit kepala yang muncul bisa terasa ringan atau justru berat yang membuat seseorang terpaksa harus berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab
pastinya. Meski begitu sebenarnya ada 10 penyebab sakit kepala yang kadang tidak disadari oleh seseorang seperti dikutip dari Health, Kamis (10/2/2011) yaitu:

1. Sakit kepala akibat seks
Dalam satu survei diketahui sekitar 40 persen orang menderita sakit kepala setelah berhubungan seks. Biasanya sakit kepala ini disebabkan karena kepala mengalami kelelahan dan lebih banyak terjadi pada kaum laki-laki. Rasa sakit kepala ini diawali dengan rasa nyeri saat melakukan foreplay dan muncul sakit kepala tiba-tiba ketika orgasme. Umumnya sakit kepala ini tidak berbahaya.

2. Sakit kepala akibat berat badan
Dalam studi terbaru peneliti menemukan perempuan yang memiliki obesitas ringan (indeks massa tubuhnya/BMI mencapai 30) memiliki risiko 35 persen lebih besar mengalami sakit kepala dibandingkan dengan orang yang memiliki BMI lebih rendah. Sedangkan orang dengan BMI mencapai 40 memiliki risiko sebesar 80 persen.

3. Sakit kepala akibat kepribadian yang dimiliki
Sifat atau kepribadian yang dimiliki seperti terlalu kaku, serius dan obsesif memungkinkan seseorang sangat rawan terkena sakit kepala. Jika memang memiliki salah satu kepribadian tersebut, sebaiknya luangkan waktu untuk melakukan latihan relaksasi.

4. Sakit kepala akibat bau cat
Bau yang ditimbulkan oleh cat terkadang sangat menusuk dan memungkinkan orang untuk mengalami sakit kepala. Untuk itu sebaiknya seseorang tidak terlalu terburu-buru menempati ruang yang baru di cat dan pilihlah cat yang mengandung kadar senyawa organik volatil (mudah menguap) rendah.

5. Sakit kepala akibat dehidrasi
Seseorang tidak perlu minum bergalon-galon air agar tetap terhidrasi. Tapi usahakan untuk tidak menunggu rasa haus datang terlebih dahulu baru minum air. Karena jika seseorang mengalami dehidrasi (kekurangan cairan) maka aliran darah menajdi tidak lancar yang memaksa pembuluh darah untuk melebar serta asupan oksigen yang dibawa ke otak juga berkurang yang bisa memicu terjadinya sakit kepala.

6. Sakit kepala akibat melewatkan waktu makan
Melewatkan waktu makan tidak hanya menimbulkan rasa lapar tapi juga memicu sakit kepala. Hal ini karena pasokan glukosa yang bisa mencapai otak menjadi berkurang. Kadar gula darah yang rendah ini bisa menyebabkan tubuh kelelahan dan sakit kepala.

7. Sakit kepala akibat terlalu banyak kafein
Audrey Halpern, MD selaku ahli saraf dari New York City menuturkan sedikit kafein memang bisa membantu mengatasi sakit kepala. Tapi jika kafein yang dikonsumsi terlalu banyak justru memiliki efek sebaliknya yaitu memicu sakit kepala.

8. Sakit kepala akibat malas olahraga
Sebuah studi yang dilakukan peneliti Swedia menunjukkan seseorang yang malas olahraga lebih memungkinkan mengalami sakit kepala dibanding dengan orang yang aktif di luar atau sering olahraga. Melakukan senam kardio 20-30 menit sebanyak lima kali dalam seminggu bisa membantu menghilangkan stres, mengirimkan darah ke otak dan melepaskan hormon endorfin.

9. Sakit kepala akibat makanan tertentu
Setiap orang memiliki reaksi tubuh yang berbeda-beda, tapi ada beberapa makanan tertentu terutama yang mengandung kaya magnesium diketahui dapat memicu sakit kepala bagi sebagian besar orang. Usahakan untuk menghindari anggur merah, makanan yang mengandung MSG (monosodium glutamat) dan daging olahan, lalu perbanyak konsumsi bayam, minyak ikan, minyak zaitun dan kacang berwarna putih.

10. Sakit kepala akibat berlibur
Alexander Mauskop, MD, pendiri dan direktur New York Headache Center menuturkan waktu akhir pekan atau saat seseorang beristirahat dari rutinitas yang ada bisa memicu sakit kepala. Untuk mencegahnya cobalah menjaga waktu tidur senormal mungkin di akhir pekan dan jangan terlalu lama beristirahat atau tinggal di tempat tidur hingga siang hari.

Rabu, 29 Desember 2010

BALAS KEKALAHAN GARUDA DI GBK

Laga antara Indonesia dan Malaysia di final Piala AFF 2010, adalah perjumpaan dua tim dengan bagasi aneka sentimen hubungan kedua negara. Pada duel itu, segala macam ketegangan politik dua negara bertetangga ini pun seakan membuncah.

Malaysia punya kenangan buruk tentang Indonesia. Pada 1957, Soekarno pernah membakar dengan seruan “Ganyang Malaysia”. Lalu, Indonesia punya catatan menjengkelkan soal Malasyia. Negeri tetangga itu dinilai kerap “cari perkara”.

Dari Malaysia, misalnya, kerap bertiup isu perlakuan tak adil pada TKI. Lalu, ada sengketa Sipadan-Ligitan, sampai soal “adu gertak” di perairan Blok Ambalat. Atau soal wasit karate Indonesia yang digebuk petugas keamanan Malaysia pada Agustus 2007.

Belum lagi ulah Malaysia mengklaim lagu "Rasa Sayange" pada kampanye promosi pariwisata Malaysia 2007, serta klaim reog Ponorogo sebagai kesenian asli Malaysia dengan nama "barongan" pada 2008. Hubungan kedua negara pun jadi kian panas.

Sentimen politis inilah kerap muncul kembali manakala tim nasional sepakbola kedua negara bertemu. Puncaknya, pertemuan antara Indonesia dan Malaysia di partai final Piala AFF 2010.

Pertandingan ini mendadak menjadi ajang 'politik.' Penampilan apik Indonesia sejak babak penyisihan kembali membangkitkan euforia sepakbola. Naturalisasi dan nasionalisme bersanding erat di Tim Merah Putih.

Apalagi pada laga pertama, Indonesia sukses menghancurkan Malaysia 5-1. Disusul hasil-hasil menggembirakan atas Laos 5-0, raja Asia Tenggara Thailand 2-1, serta dua kemenangan 1-0 atas Filipina di semifinal.

Tak disangka, negeri jiran Malaysia kembali menunggu di final. Ajang di mana semuanya dipertaruhkan demi trofi serta label sebagai raja sepak bola di Asia Tenggara.

Publik Indonesia pun menyambut laga ini dengan antusiasme luar biasa. Di jalanan, warga memakai semua atribut Tim Garuda dan Merah Putih kini bertebaran dikenakan warga Indonesia di jalanan. Asesoris dan semua pernik Timnas laris bak kacang goreng. Tiket pertandingan pun jadi buruan warga dari sekujur negeri.

Penampilan apik Tim Merah Putih seakan menjadi sihir pemikat. Dukungan penuh dari segala elemen dan penjuru tanah air mengangkat moral pasukan Merah Putih.

Mendadak, sepakbola menjadi ‘agama' di Indonesia. Seperti halnya di Eropa dan Amerika Latin.

Kunci di nonteknis

Sebenarnya kapasitas dan kemampuan teknis para pemain Merah Putih tak beda jauh dengan Thailand, Malaysia, maupun Vietnam. Saat kemampuan teknis tak beda jauh, kemampuan nonteknis bisa menjadi pembeda.
Untuk soal ini, pelatih Alfred Riedl piawai mengangkat moral pasukannya.

Alfred mampu berperan sebagai 'bapak'. Di satu sisi, dia sangat tegas dan disiplin. Tapi, saat anak didiknya berbuat salah, ke dunia luar Riedl tak menunjukkan dia marah. Dengan sabar, dia minta anak asuhnya tak lagi mengulang kesalahan, serta mencari solusinya.

Lelaki 61 tahun asal Austria ini juga tak mau menilai satu per satu pemainnya. Pun menunjukkan siapa pemain yang tampil bagus, atau jelek kepada media misalnya. Itu salah satu kiat Riedl membangkitkan mental, dan membuat pasukannya semakin percaya diri.

"Jika tim main jelek atau kalah, maka salahkan saya saja," kata Riedl suatu ketika.

Alhasil, mental Firman Utina cs kian kuat di bawah arahan Riedl. Ahmad Bustomi yang terbilang wajah baru, tak kena demam panggung. Dia berani tampil di lapangan. Arek Malang ini sangat lugas dan menjadi motor di lini tengah bersama Firman, Muhamad Ridwan atau Arif Suyono dan Oktovianus Maniani.

"Tim sekarang ini sangat harmonis. Kebersamaan kami juga sangat kuat," ujar Bustomi.

Riedl juga menciptakan hubungan harmonis antara pemain senior dan junior. Tak ada predikat anak emas, bintang, apalagi kambing hitam dalam timnya. Semuanya diperlakukan sama. Bahkan, striker kawakan Bambang Pamungkas yang menjadi pencetak gol terbanyak Tim Merah Putih, harus rela selalu menjadi cadangan.

Untuk soal ini, Riedl tak menepikan Bambang. Bahkan, dia masih menganggap Bambang anutan bagi pemain muda Indonesia. "Fungsi dan posisi Bambang Pamungkas saat ini mirip-mirip sebagai joker," ujar asisten Riedl, Wolfgang Pikal.

Alhasil, permainan Tim Merah Putih tampak rancak di lapangan. Dari gelandang dan penyerang mampu mencetak gol. Tim dengan kapasitas seperti ini sangat berbahaya. Karena pusat perhatian lawan tak bertumpu kepada satu atau dua orang pemain saja.

The Winning Team

Selain piawai mengangkat moral pasukannya, Riedl tampaknya sudah menemukan formasi the winning team Indonesia. Starting XI ini tak pernah diubah-ubah Riedl. Meski dia bilang,"semua pemain memiliki kemampuan setara dan siap diturunkan."

Kiper Markus Horison, duet bek tengah Maman Aburahman dan Hamka Hamzah, serta bek sayap Muhamad Nasuha dan Zulkifli Syukur menjadi tembok di lini belakang. Zulkifli dan Nasuha tak jarang ikut mengalirkan serangan.

Di tengah, co captain Firman Utina menjadi pendobrak, dan pengatur ritme permainan. Firman juga piawai mencetak gol, serta memberikan aneka umpan matang.

Duet ini disokong dua sayap cepat Muhamad Ridwan dan Oktovianus Maniani. Ridwan di kanan, dan Okto di kiri. Keduanya menjadi 'pelayan' duet Cristian 'El Loco' Gonzales dan Irfan Bachdim dengan umpan silangnya. The Winning Team ini hanya butuh kebugaran untuk menjadi tim tak terkalahkan.

Sedikit ujian akan dilalui Riedl ketika Okto dan El Loco diganggu cedera jelang laga final. Tapi, biasanya Riedl punya solusi atas semua problem yang dihadapi pasukan Merah Putih.

Dua laga di Stadion Nasional Bukit Jalil, 26 Desember, dan Stadion Utama Gelora Bung Karno, 29 Desember, menjadi medan pertempuran dan pertaruhan pasukan Riedl.[np]

STARTING XI INDONESIA

Kiper: Markus Horison

Belakang: Zulkifli Syukur, Maman Abdurahman, Hamka Hamzah, Muhamad Nasuha

Tengah: Muhamad Ridwan, Ahmad Bustomi, Firman Utina, Oktovianus Maniani

Depan: Cristian Gonzales, Irfan Bachdim


• VIVAnews